Tampilkan postingan dengan label Ibadah Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah Muslim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

Inilah 12 Hal Penyempurna Shalat Yang Wajib di Ketahui Setiap Muslim

- Shalat merupakan ibadah wajib yang
harus dilakukan oleh umat Islam. Seperti yang diketahui bahwa shalat itu  merupakan tiang agama. Namun, banyak kaum muslim yang mulai meninggalkan shalat karena sibuk mengurus duniawi. Atau ada di antara mereka yang melaksanakan shalat namun tidak sesuai dengan syariat Islam.

Padahal sebenarnya, shalat haruslah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kekhusyukan kepada Allah SWT. Selain agar diterima oleh Allah, shalat sesuai dengan syariat yang berlaku juga agar dapat menyempurnakan ibadah shalat itu sendiri.


 Inilah 12 Hal Penyempurna Shalat Yang Wajib di Ketahui Setiap Muslim
Sumber: Infoyunik.com
Ternyata, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melaksanakan shalat. Hal-hal tersebut mencakup syarat sah shalat, rukun shalat dan lain sebagainya. Untuk lebih jelas, berikut ini ulasan mengenai 12 hal penyempurna shalat.

1. Ilmu Pengetahuan
Hal pertama yang menjadi penyempurna shalat adalah ilmu pengetahuan.  Seseorang yang hendak mengerjakan shalat harus terlebih dahulu mengetahui tata caranya, apa saja bacaan dalam artian telah datang ilmu pengetahuan mengenai shalat tersebut kepadanya. Seperti yang diketahui, banyak orang masa kini yang melaksanakan shalat tidak sesuai dengan syariat Islam. Mereka tidak melakukan gerakan-gerakan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Contoh lainnya adalah mereka yang melaksanakan shalat berjamaah, namun justru gerakan shalatnya mendahului imam. Ibadah yang dilakukan tersebut bukanlah dengan ilmu pengetahuan dan hal yang demikian ini bisa menjadi penghambat diterimanya shalat oleh Allah SWT.

Nabi SAW bersabda, “Amal sedikit dengan ilmu itu lebih baik, daripada amal banyak tanpa ilmu.”

2. Wudhu
Wudhu merupakan amalan untuk membersihkan anggota wudhu agar menghilangkan hadast kecil. Wudhu biasanya dilakukan ketika akan melaksanakan shalat, sebab wudhu menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Jadi apabila seseorang hendak melaksanakan shalat namun mereka tidak mendahuluinya dengan berwudhu, maka tidak sahlah shalat orang tersebut. Sebab, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak sah shalat melainkan dengan suci.”

3. Pakaian
Hal selanjutnya yang menjadi penyempurna shalat adalah pakaian yang dikenakan. Ketika shalat hendaklah mengenaikan pakaian yang bersih suci dari segala najis serta menutupi aurat orang tersebut. Apabila hal ini dipenuhi, maka sempurnalah shalat yang dilaksanakan orang tersebut. Allah Ta’ala berfirman, “Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid,” (QS. Al-A’raf: 31).

4. Memelihara Waktu
Banyak fenomena yang terjadi pada saat ini, yakni kaum muslim menunda-nunda waktu shalat mereka karena urusan duniawi. Memelihara waktu maksudnya adalah shalat dengan tepat waktu dan tidak menundanya. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman,” (QS. An-Nisa: 103).

Selain menjadi salah satu amalan penyempurna shalat, memelihara waktu ini juga mempunyai keutamaan. Di antaranya akan membuat orang menjadi disiplin dalam kegiatan, menjadikan diri sebagai pribadi yang lemah lembut serta dikarunia kesehatan.

5. Menghadap Kiblat
Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah shalat. Jadi apabila seseorang melaksanakan shalat namun tidak menghadap kiblat, maka shalatnya itu dianggap batal. Adapu kiblat umat muslim dalam melaksankan shalah yakni Ka’bah di kota Mekkah Al-Mukarramah. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu,” (QS. Al-Baqarah: 150).

6. Niat
Niat menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam shalat. Karena setiap amalan yang dilakukan tergantung kepada niatnya. Jadi ketika hendak shalat berniatlah sesuai amalan yang hendak dilakukan. Serta niatkanlah dalam hati bahwa setiap amal ibadah itu dilakukan hanya karena Allah Ta’ala.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu harus disertai niat, dan balasan bagi setiap amal seseorang adalah sesuai apa yang dia niatkan.”

7. Takbiratul Ihram
Shalat seseorang tidak akan menjadi sempurna apabila mereka tidak melaksanakan rukun shalat Salah satu rukun shalat yaitu takbiratul ihram. Ketika melakukan takbiratul ihram orang yang melaksanakan shalat harus mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” dan diiringi dengan mengangkat kedua tangan.

Nabi SAW bersabda, “Yang mengharamkan shalat (dari segala sesuatu yang bukan amalah shalat), adalah takbir dan yang menghalalkannya (dari segala sesuatu yang bukan amalan shalat) adalah salam.”

8. Berdiri
Amalan penyempurna adalah berdiri tegak bagi mereka yang mampu. Allah Ta’ala berfirman:

“Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (shalat Ashar), serta berdirilah untul Allah wa jalla dengan khusyuk,” (QS. Al-Baqarah: 238)

9. Membaca Ayat-Ayat Al-Qur'an
Ketika melaksanakan shalat, orang tersebut haruslah memenuhi rukun-rukun shalat. Salah satunya adalah membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti membaca surat Al-Fatihah dalam setiap rakaatnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran,” (QS. Al-Muzzammil: 20).

Jika orang melaksanakan shalat namun tidak membaca surat Al-Fatihah maka shalat orang tersebut dianggap batal. Sebab, ada sebuah hadist Muttafaqun’ alaih,

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.”

10. Rukuk
Rukuk juga menjadi salah satu  rukun dalam shalat. Apabila tidak melaksanakan amalan ini, jangankan untuk menyempurnakan shalat bahkan shalat yang dilaksanakan itu dianggap batal. karena Allah Ta’ala berfirman, “Dan rukuklah,” (QS. Al-Baqarah: 43).

Rukuk ini merupakan gerakan membungkuk dan diikuti dengan membaca bacaan zikir di dalam shalat. Jika terlupa untuk melakukan rukuk ketika shalat, maka orang tersebut diwajibkan untuk menambah rakaat serta sujud sahwi untuk mengingatnya.

11. Sujud
Tidak hanya rukuk, sujud juga menjadi salah satu penyempurna shalat seseorang. Sujud diartikan sebagai meletakkan seluruh telapak tangan, kedua lutut, kedua telapak kaki dan kening bersama hidung.

Allah SWT berfirman: Dan sujudlah,” (QS. Al-Hajj: 77).

Pada saat sujud wajah diletakkan dibawah sehingga sederajat dengan telapak kaki untuk tunduk dihadapan Allah SWT, sebab wajah adalah bagian tubuh yang paling tinggi dan paling terhormat. Apabila seseorang yang melaksanakan shalat namun tidak bersujud maka dianggap batallah shalat orang tersebut.

12. Duduk
Hal terakhir yang menjadi penyempurna di dalam shalat yang dilaksankan adalah dengan duduk. Karena Nabi SAW bersabda, “Apabila seseorang telah mengangkat kepalanya dari sujud yang terakhir dan ia duduk kira-kira cukup untuk membaca tasyahud, maka telah sempurna shalatnya.”

Demikianlah ulasan mengenai 12 hal penyempurna shalat. Jika semua hal tersebut telah terpenuhi, maka tambahannya adalah pengerjaan shalat harus dilengkapi  dengan keikhlasan kepada Allah SWT. Semoga kita selalu menjadi hamba-Nya yang bertakwa. ***


Sumber: Infoyunik.com

Rabu, 09 Maret 2016

Beginilah Cara Mudah Agar Salat Fardu Diawal Waktu Yang Harus di Ketahui Seorang Muslim

- Salat fardu merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan umat Islam. Pelaksanaannya sudah ditetapkan dan memiliki rentan waktu tertentu. Jika adzan sudah berkumandang, maka seorang mukmin diharuskan untuk segera mendirikan salat.

Sayangnya, melaksanakan salat tepat waktu bukanlah perkara mudah. Urusan dunia yang begitu sibuk mampu membuat seseorang mengabaikan panggilan dari Allah SWT ini. Tidak heran jika kemudian mereka kemudian salat di akhir waktu.

Beginilah Cara Mudah Agar Salat Fardu Diawal Waktu Yang Harus di Ketahui Seorang Muslim
Sumber: Infoyunik.com
Keinginan untuk bisa salat tepat waktu tentu menjadi harapan setiap mukmin. Namun jika ini sudah menjadi kebiasaan, maka butuh waktu dan komitmen penuh untuk melaksanakannya. Lantas bagaimana cara mudah agar bisa salat fardu di awal waktu? Berikut ulasannya. 

1. Ingatlah Bahwa Lembah di Jahanam Menanti Pelaku yang Melalaikan Salat
Kebiasaan menunda salat menjadi penyebab utama seseorang salat pada akhir waktu. Hal ini sebaiknya dihindari karena membuat anda mengabaikan Allah. Namun yang lebih mengerikan lagi, meski tetap melaksanakan salat, namun kebiasaan menunda salat bisa menjerumuskan seseorang ke neraka.

Allah menjanjikan Ghayyu dan Wail yang nantinya menjadi tempat bagi mereka yang meninggalkan salat. Keduanya merupakan lembah-lembang di neraka jahanam.

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (QS.Maryam:59-60).

“Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Maun:4-5)

Jadi jika sekiranya adzan sudah berkumandang, penuhilahterlebih dahulu panggilan Allah. Karena mudahnya mengabaikan panggilan ini, akan dibalas dengan siksaan yang begitu pedih.

2. Upayakan Menyelesaikan Pekerjaan Lebih Awal
Salah satu alasan seseorang salat di akhir waktu adalah pekerjaan yang tidak kunjung selesai. Jika salat terlebih dahulu, maka mereka kuatir pekerjaannya akan kacau dengan adanya jeda salat. Mereka berfikir menyelesaikan kerjaannya terlebih dahulu baru mendirikan salat.

Tanpa disadari waktu berjalan begitu cepat. Sehingga pekerjaan membuat kita melalaikan salat. Untuk itu, manage lah waktu dengan baik, yakni dengan menyelesaikan pekerjaan lebih awal. Dengan selesai di awal waktu maka akan dengan mudah mendirikan salat karena konsentrasi tidak lagi terkuras untuk pekerjaan.

3. Jauhkan Perangkat Teknologi Ketika Mendengar Adzan
Cara kedua agar bisa salat diawal waktu adalah menjauhkan perangkat teknologi ketika sudah mendengar adzan. Sering kali saat adzan kita masih sibuk dengan pekerjaan di laptop, komputer atau dengan perangkat gadget. Nah semua peralatan teknologi ini membuat candu sehingga ingin terus menyelesaikannya terlebih dahulu sehingga mengabaikan salat.

Jadi ketika adzan sudah berkumandang ada baiknya benda-benda tersebut dijauhkan dari pandangan. Ingatlah bahwa Allah SWT sudah sangat baik memberikan kesempatan kita untuk hidup, memberi rezki untuk membeli berbagai macam jenis gadget. Sehingga tidak layak bagi kita untuk mengabaikan-Nya.

4. Berdiri dari Tempat Duduk dan niatkan untuk Berwudhu
Ketika adzan berkumandang bersegeralah agar berdiri dan menjauhi tempat duduk dan berniat untuk berwudhu. Basuhan air wudhu ini diharapkan dapat memberika semangat kita untuk kemudian mendirikan salat. Tempat duduk yang sedang diduduki memang kerap membuat nyaman sehingga kita enggan untuk beranjak dari sana.

Maka ketika sudah mendengar adzan berkumandang, maka menjauhlah dari kenyamanan dunia yang hanya memberikan kebahagiaan sementara. Padahal ada cara meraih kehidupan yang kekal dan menuju kemenangan dengan mendirikan salat.

5. Segera Ambil Perlengkapan Salat
Setelah mempersiapkan diri dengan berwudhu, maka bersegeralah mempersiapkan perlengkapan salat. Bagi wanita bisa segera mencari mukena yang sebelumnya tersimpan, sedangkan bagi pria mengenakan peci atau sarung yang sudah disiapkan.

Jika sudah begini, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda salat. Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca. 


Sumber: Infoyunik.com

Selasa, 08 Maret 2016

Ternyata Penduduk Surga Tidak Mengalami Tidur, Ini Penjelasannya

- Surga merupakan tempat yang diperuntukkan bagi seorang hamba yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Ada sebuah pertanyaan yang menarik untuk dibahas, yaitu apakah penduduk surga mengalami tidur? Dalam Al-Qur’an dan hadits banyak digambarkan bagaimana indahnya kehidupan di surga dan semua penduduk surga akan mendapatkan kenikmatan abadi. Tetapi apakah semua penduduk surga juga mengalami tidur?

Ternyata Penduduk Surga Tidak Mengalami Tidur, Ini Penjelasannya
Sumber: Kumpulanmisteri.com
Sungguh beruntung bagi seorang hamba yang dapat menikmati keindahan surga karena tempat ini merupakan tempat terindah dan di dalamnya terdapat banyak kenikmatan yang disediakan untuk para penghuninya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Inilah kehidupan akhirat menurut islam.

Dalam Al-Qur’an dan hadist telah banyak dijelaskan bagaimana dahsyatnya keindahan dan kenikmatan surga yang tidak dapat ditemui di dunia ini. Semua keindahan dan kenikmatan yang ada di dunia ini hanya sebagian kecil atau bahkan tidak ada secuil dari keindahan dan kenikmatan surga. Maka tak heran jika Rosulullah selalu menyerukan kepada umatnya untuk beriman dan selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Namun ada satu pertanyaan yang banyak dipertanyakan oleh orang yaitu apakah penghuni surga juga mengalami tidur seperti ketika di dunia?

Semua penduduk surga tidak mengalami tidur, hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang menjelaskan bahwa tidur merupakan saudara dari kematian, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa di surga kelak tidak akan ada tidur, mati, tua, sakit, gelisah, sedih, buang air besar maupun buang air kecil, dan tidak ada bau busuk. Setiap wanita penghuni surga juga tidak akan mengalami haid atau nifas, selain itu setiap penghuni surga juga tidak memiliki rasa benci, dendam, dan dengki. Semua penghuni surga juga tidak memiliki rasa dendam dalam dada mereka karena Allah telah mencabutnya sehingga mereka memasuki surga dalam keadaan suci dan murni tanpa ada satu kecacatan apapun. Hal ini sesuai dengan QS. Al-Hijr ayat 47 yang menerangkan bahwa setiap penghuni surga akan dicabut rasa dendam dalam dada mereka sehingga mereka menjadi suci murni dan memiliki rasa persaudaraan yang tinggi kepada seluruh penghuni surga. Inilah kehidupan akhirat menurut al-quran.

Dalam QS. Al-Furqan ayat 24 telah dituliskan dengan jelas bahwa surga merupakan tempat yang paling baik dan paling indah sebagai tempat tinggal serta sebagai tempat istirahat. Bagaimana makna dari ayat ini?

Makna kata istirahat dalam ayat ini tidak merujuk pada kata tidur. Kata istirahat dalam ayat ini artinya adalah seluruh penghuni surga sebelumnya harus melewati hisab terlebih dahulu kemudian mereka dapat beristirahat di surga yang telah disediakan Allah untuk hambanya yang beriman yang bertaqwa kepada-Nya. Di dalam surga mereka dapat memiliki waktu untuk menikmati keindahan dan kenikmatan surga yang telah disediakan dan mereka tidak akan merasa bosan dengan keindahan surga yang mereka rasakan. Inilah kehidupan di akhirat menurut Al-Qur’an.

Manusia hidup di dunia ini hanya sementara saja dan bahkan kehidupan dunia ini hanyalah ladang untuk menanam kebaikan untuk bekal kehidupan diakhirat kelak karena kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang abadi sehingga jika manusia selama di dunia menanam keburukan dan tidak bertaqwa kepada Allah maka dapat dipastikan mereka tidak akan mendapat surga bahkan mereka tidak dapat mencium harumnya surga. Sungguh beruntung bagi manusia yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah maka ganjaran yang pantas untuk mereka adalah surga dengan segala keindahannya.

Demikian informasi seputar fatwa ulama: apakah penduduk surga mengalami tidur? Dan ternyata penghuni surga tidak pernah tidur karena tidur merupakan sahabat kematian dan di surga nanti tidak ada kematian.
 
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Karena Doa Inilah, Umat Nabi Muhammad Tidak Diazab, Doa Apakah Itu?

- Tahukah Anda apa itu pengertian azab
dalam Islam? Azab merupakan siksaan yang dihadapi oleh seluruh makhluk Tuhan termasuk manusia karena kesalahan yang pernah dibuat sebelumnya. Manusia memang tak luput dari kesalahan, karenanya umat Nabi Muhammad ini bahkan pernah layak mendapat azab.
 
 

Sebagian besar dari kita pasti sudah tahu apa itu azab dalam Islam. Akan tetapi pernah juga karena doa ini, umat Nabi Muhammad tidak diazab, doa luar biasa apakah ini? Apakah dosa bersangkutan sulit dilakukan? Ulasan di bawah ini akan menjawab beberapa pertanyaan tersebut secara ringkas namun lengkap.

Di suatu kafilah dakwah dengan Sa’ad bin Abi, Nabi Muhammad SAW pernah melewati masjid yaitu Masjid Bani Muawiyah. Selanjutnya Rasulullah SAW masuk ke dalam masjid dan menunaikan shalat dua rakaat. Setelah shalat sunnah Tahiyyatul Masjid tersebut berakhir, beliau memanjatkan kembali doa kepada Allah Yang Maha Esa. Ternyata doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, isinya yaitu permintaan Nabi Muhammad SAW agar umatnya bisa betul-betul terbebas dari azab yang dikirimkan Allah Sang Pencipta. Lebih lengkapnya, Rasulullah SAW menyatakan tiga permintaan yang ternyata selanjutnya dua permohonan dikabulkan sementara satu lainnya ditolak. Pertama, Nabi Muhammad SAW memohon agar umat beliau tidak dibinasakan dengan cara tenggelam. Kedua, Nabi Muhammad SAW memohon pada Allah Ta’ala agar umat beliau tak dibinasakan dengan cara kelaparan di musim kemarau. Dua permintaan ini dikabulkan Allah, namun sampailah Nabi Muhammad SAW ke permohonan terakhir. Isinya meminta agar tak ada keganasan terjadi antara manusia. Ternyata permohonan ini ditolak oleh Allah Yang Maha Kuasa. 

Dengan berpegang pada definisi azab, kita mungkin sudah tahu bahwa Allah Yang Maha pengasih pernah berfirman tentang azab. Hanya Allah yang memiliki kuasa mengirim azab kepada manusia, azab datangnya bisa dari atas atau bahkan kaki kita. Allah juga bisa membaurkan kita ke suatu golongan dan membiarkan golongan bersangkutan bersikap ganas pada kita. Intinya, azab akan menunjukkan kebesaran Allah yang luar biasa, kita sebagai manusia sudah pasti tak bisa menolaknya tanpa cara yang dipraktikkan Nabi Muhammad SAW. Jadi, selalu hati-hatilah dalam berbicara mapun bersikap.

Keganasan manusia yang tak dihentikan oleh Allah ini ternyata banyak terjadi di negara penuh dengan konfilk. Kita sendiri pasti pernah melihatnya di hadapan kita, baik dari pang paling sederhana sampai paling mengerikan sekalipun. Rupanya, ada suatu bangsa yang dipercaya oleh Allah untuk menimpakan azab pada kaum kafir, bangsa ini antara lain palestina dan kaum mujahid yang tersebar di berbagai daerah. Perlu diperhatikan bahwa azabnya tetap berasal dari Allah, namun eksekusi dilakukan oleh bangsa tertentu ini.

Di kisah yang beredar, bangsa yang terkena oleh azab ini adalah Bangsa Zionis dan bangsa penjajah lainnya. Rupanya, kaum Muslimin yang senantiasa percaya pada Allah SWT ini selalu meraup kemenangan, apalagi terhadap bangsa yang tidak mengenal azab menurut Islam. Untung saja Nabi Muhammad SAW masih peduli terhadap mereka semua dan kasih sayangnya membantu mereka terselamatkan dari azab. Ingin senantiasa terbebas dari azab Allah? Pastikan kita sebagai umat Islam selalu menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ingatlah juga untuk menunaikan shalat sunnah Tahiyyatul Masjid yang diikuti dengan beberapa permintaan karena doa ini, umat Nabi Muhammad tidak diazab.
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Senin, 07 Maret 2016

Bacalah Ayat Kursi Diwaktu-waktu Ini, Maka Dapatkan Keistimewaan Yang Allah Janjikan

asalbagikan - Seperti yang kita tahu, ayat kursi diketahui dapat melindungi kita dari hal-hal buruk atas izin Allah. Selain itu, bacaan ayat kursi menjadi amalan baik bagi kita umat manusia agar lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta.

Bacalah Ayat Kursi Diwaktu-waktu Ini, Maka Dapatkan Keistimewaan Yang Allah Janjikan
Sumber: Kumpulanmisteri.com
Bacalah Ayat Kursi Diwaktu-waktu Ini, Maka Dapatkan Keistimewaan Yang Allah Janjikan
Sebuah dalil menjelaskan bahwa hanya Allah yang pantas untuk disembah dan Dia akan hidup kekal abadi serta selalu mengurus ciptaan-Nya. Dia tidak pernah tidur ataupun mengantuk. Segala yang ada di bumi, langit, bahkan diantara keduanya merupakan milik Allah semata. Tidak ada yang bisa memberikan manfaat kecuali atas izin-Nya. Allah mengetahui segala yang terjadi, baik itu peristiwa secara terang-terangan ataupun sembunyi-bunyi. Jangankan sebuah peristiwa, Allah juga dapat mengetahui apa yang ada di hati dan pikiran kita. Berbeda dengan manusia yang tidak mengetahui apapun dari ilmu Allah kecuali kehendak-Nya.

Bacalah Ayat Kursi Diwaktu-waktu Ini, Maka Dapatkan Keistimewaan Yang Allah Janjikan

1. Ketika pagi dan petang
Sebuah hadits menjelaskan bahwa barang siapa yang melafalkan ayat kursi pada petang hari maka ia akan dilindungi oleh Allah dari gangguan apapun hingga pagi hari. Sedangkan, jika ia melafalkan ayat kursi pada pagi hari maka ia juga akan dilindungi hingga petang harinya. Amalan ayat kursi akan membuat hidup kita lebih tenang karena dilindungi oleh Rasulullah.

2. Setelah shalat fardhu
Sebuah hadits berisi jika kita melafalkan ayat kursi setelah shalat fardhu atau shalat lima waktu maka tidak ada yang menghalangi kita untuk masuk ke surga. Maksudnya ialah, ketika kita mati dan semasa hidup telah mengamalkan ayat kursi dan membacanya setalah shalat lima waktu maka ia akan masuk ke surga tanpa halangan apapun.

3. Sebelum tidur
Waktu ini dijelaskan ketika Abu Hurairah mengadu kepada Rasulullah mengenai seseorang yang mengajarkan ayat kursi padanya. Abu Hurairah menjelaskan bahwa ada seseorang yang mengaku bahwa ia akan mengajari Hurairah suatu kalimat sehingga Allah akan memberikan manfaat baginya. Kemudian Rasul bertanya apakah kalimat yang diajarkan. Hurairah menjawab jika orang tersebut mengatakan bahwa ketika Abu Hurairah akan pergi tidur, maka ia dianjurkan membaca ayat kursi terlebih dahulu. Oleh karena itu, Allah akan melindunginya dari setan yang mendekati dan Allah akan selalu menjaganya hingga pagi hari. Setelah mendengar hal itu, Rasul membenarkan perkataan orang tersebut. Meskipun sebelumnya, ia adalah seorang pendusta, tetapi apa yang dikatakan pada Abu Hurarah adalah benar. Lalu, Rasul memberitahu Abu Hurairah bahwa yang mengajarkan kepadanya beberapa waktu lalu adalah setan.

Sebuah hadits menjelaskan bahwa ayat di dalam Al-Qur’an yang paling agung adalah ayat kursi. Hal ini menunjukkan jika ayat kursi memiliki keutamaan yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa orang mungkin masih bingung mengapa ayat kursi memiliki keagungan yang lebih. Imam Nawawi menjelaskan bahwa di dalam kalimat ayat kursi, terdapat sifat dan nama Allah yang penting, yaitu sifat ilahi, sifat hidup, wahdaniyah, sifat ilmu, sifat kekuasaan, sifat kerajaan, dan sifat kehendak. Ketujuh sifat dasar itu terkandung di dalam bacaan ayat kursi ini.

Sebagai seorang muslim, sebisa mungkin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk lebih mengingat Allah. Meskipun semua ayat Allah memiliki manfaat, ayat kursi memiliki keutamaan yang bisa kita gunakan sebagai amalan sehari-hari.
 
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Minggu, 06 Maret 2016

Kenapa Semakin Banyak Wanita Menggugat Cerai Suaminya? Mungkin Inilah Alasan-alasannya

asalbagikan - Mungkin ini terdengar pahit untuk kaum lelaki, namun bukankah seorang gentleman sejati akan bersedia diintrospeksi? Jika tak suka dievaluasi, layakkah menjadi pemimpin bagi istri? 

Kenapa Semakin Banyak Wanita Menggugat Cerai Suaminya? Mungkin Inilah Alasan-alasannya
Sumber: Google.com
Apapun namanya, entah organisasi, institusi, atau bahkan negara sekalipun, jika ada yang tak beres... Maka bukan rakyat duluan yang dipersalahkan, tapi pemimpin yang harus bersedia dievaluasi, dikoreksi, betul begitu? 

Demikian juga dengan rumah tangga, ketika ada masalah, bahkan hingga mencapai gugat cerai, maka pemimpin rumah tangga terlebih dulu yang harus dievaluasi. 

Sebelum Anda, wahai para suami, dievaluasi oleh Allah di akhirat kelak, cobalah untuk mengintrospeksi diri sendiri, apa yang menyebabkan istri berani menggugat cerai diri Anda? 

Dan memang takkan ada asap tanpa api, kebanyakan gugat cerai istri terhadap suami terjadi karena faktor kesalahan suami, antara lain sebagai berikut: 

1. Perselingkuhan
Berdasarkan data gugat cerai, 48% di antaranya terjadi karena faktor orang ketiga, yakni adanya perselingkuhan. 

Duhai suami, berpikirlah waras... apa yang dimiliki wanita lain yang tak dimiliki istrimu? Ya, mungkin karena wanita lain dihiasi oleh syetan, sedangkan istrimu tidak. 

Bagaimana bisa syetan menjerumuskanmu hingga jatuh berkubang dalam perselingkuhan yang hanya akan merobek kepercayaan pasangan dan menghancurkan rumah tanggamu? Bukankah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam telah berpesan: 

“Sesungguhnya wanita datang dalam rupa setan, dan pergi dalam rupa setan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) istrinya, karena hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya” (HR. Muslim no. 1403) 

Sedangkan tabiat wanita adalah ingin dimengerti, disayangi, salahkah jika akhirnya istri memilih hidup sendiri daripada dikhianati? 

Ingat juga bahwa dosa zina bisa membawa penyakit kelamin menular. Tegakah kau tularkan istrimu dengan dosa yang kau bawa dari hobi berselingkuh?
 
2. Tidak menafkahi istri dan anak
Duhai suami, tahukah apa yang membuatmu wajib ditaati oleh istri? Ya, karena kerelaanmu menafkahi keluarga. 
Simaklah firman Allah mengenai kewajiban suami : 

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34) 

Lantas jika karena kemalasanmu, keenggananmu, dan kesombonganmu, Engkau tak menafkahi anak istri, membiarkan istrimu banting tulang siang malam untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya, masih pantaskah kau menuntut untuk ditaati? 

Ketahuilah bahwa istri merasa amat terhina jika suami tak bersedia menafkahi dirinya. Sedangkan untuk ke WC umum saja kau harus mengeluarkan sekian ribu Rupiah. Bahkan untuk sekali bermain dengan pelacur saja, seorang pria rela membayar sekian ratus ribu atau sekian juta Rupiah. Mengapa untuk menghalalkan hubungan intim dengan istrimu, yang dapat membawa kalian berdua ke surga, engkau tak malu mempusakainya tanpa menafkahinya? Alangkah hinanya dirimu... Alangkah sabarnya istrimu. 

Kecuali bagi para suami yang diuji dengan cacat atau kekurangan fisik atau penyakit berat, janganlah beralasan sulit mendapat pekerjaan! Alasan basi yang membuat suami tampak seperti banci. Asalkan engkau mau berusaha, pekerjaan halal apapun lakukanlah demi memberi anak istri sesuap nasi. 

Bahkan seringkali suami yang cacat sekalipun, ketika berniat menafkahi anak istri, maka Allah mampukan ia bekerja halal mencari nafkah hidup keluarganya. Maasya Allah.
Tak peduli apapun jabatan istrimu di kantornya, sebesar apapun gaji yang diperolehnya, suami tetap berkewajiban menafkahi istri dan anak. Jangan hinakan dirimu sendiri dengan mengemis makan dari tangan istrimu! Jika kau melakukannya, kau akan terhina dunia akhirat. 

3. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Duhai suami, tidak ada seorang wanita pun yang kuat dipukuli, dimaki, dihina, bahkan sekadar dimarahi sedikit saja wanita sudah baper dan melelehkan air mata. Lantas apa yang membuatmu tega membanting pecah belah di hadapannya? 

 Mu’awiyah Al-Qusyairiy bertanya kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam: Ya Rasulullah apakah hak istri terhadap kami? Rasulullah menjawab: 

"Memberinya makan jika kamu makan, memberinya pakaian jika kamu memakai pakaian, jangan memukul wajah, jangan menghinanya, dan jangan menjauhinya kecuali dalam rumah." [Sunan Abu Daud: Sahih] 

4. Kelainan se*sual
Duhai suami, istri mana yang tahan melayani suami dengan kelainan se*sual? Entah hiperse*s, bise*sual, homose*sual, atau kelainan lainnya yang membuat ilfil. 

5. Salah memilih istri
Duhai suami, jika engkau merasa tak bersalah apa-apa selama berumah tangga: Kau nafkahi istrimu dengan baik, kau pergauli ia dengan santun, kau penuhi seluruh kewajibanmu dan hak-hak istri, namun istri tetap menggugat cerai terhadapmu. maka satu kesalahanmu adalah... tidak bisa memilih istri yang sholihah. 

Jangan pandang wanita dari kecantikannya semata, karena kau akan menyesalinya! Lihatlah baik-baik akhlak seorang wanita sebelum kau menikahinya! Jika tidak, jangan heran jika setelah menikah kau justru dikhianati oleh pilihanmu sendiri. 

Banyak yang masih perlu dikaji, mengapa istri berani menggugat cerai suami. Akan tetapi satu yang pasti, para suami perlu melakukan introspeksi dan evaluasi diri, sebelum Allah mengevaluasimu kelak di pengadilanNya.

Sumber: Ummi-online.com

Sabtu, 05 Maret 2016

Wajib Tahu: Perbuatan Apa Sajakah Yang Pertama Kali Dihisab? Inilah Jawabannya

asalbagikan - Tubuh ini Kau titipkan kepada hamba
dengan penuh keleluasaan tanpa Kau batasi. Tubuh ini terkadang digunakan oleh hambamu ini, sering kali untuk melakukan melalaikan perintahMu. Tanpa pernah ada rasa ketakutan akan dipertanggungjawabkan di hari Kemudian.
Wajib Tahu: Perbuatan Apa Sajakah Yang Pertama Kali Dihisab? Inilah Jawabannya
Sumber: Google.com
Perbuatan manusia yang pertama kali dihisab, ialah:
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Suatu (sengketa) di antara manusia yang pertama kalo dituntaskan (pada hari Kiamat) adalah soal pembunuhan,” (HR Bukhari dan Tirmizi).
Dalam hadis di atas menjelaskan bahwa perbuatan yang pertama kali di pertanggungjawaban ialah kasus pembunuhan.


Dari Imam an-Nasa’i, “Amalan yang pertama kali dihitung pada diri seorang hamba adalah Shalat, sedangkan perbuatan yang pertama kali diadili adalah pembunuhan,”.


Hal ini sudah jelas bahwa amalan yang pertama dipertanggungjawabkan ialah Shalat, dan perbuatan yang pertama kali diadili ialah pembunuhan. Sungguh celakalah orang yang melakukan pembunuhan di dunia.
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang dibunuh (di hari Kiamat) akan datang bersama orang yang membunuhnya, sedangkan ubun-ubun dan kepalanya serta urat lehernya masih berlumuran darah sambil berkata, ‘Tuhan, orang inilah yang telah membunuhku,’ sehingga ia mendekat pada ‘Arsy,” (HR Tirmizi).
Hadis ini menjelaskan bahwa pada hari pembalasan orang yang dibunuh akan mengadu kepada Allah SWT untuk bertanya kepada orang yang telah membunuhnya. Dan urat lehernya akan memberikan keterangan pada hari itu.
Sungguh sangat merugi orang-orang yang melalaikan shalat di akhirat kelak. Maksudnya orang yang melalaikan shalat di sini seperti terlalu cepat atau tidak memperhatikan bacaannya.

Allah SWT berfirman, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan Shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan,” (QS Maryam: 59). 
 
Sumber: Islampos.com

Kamis, 03 Maret 2016

Sudah Rajin Shalat Dhuha, Tapi Kok Rezeki Seret Terus? Mungkin Ini Alasannya

asalbagikan -  Anda mungkin sudah tahu bahwa salah
satu amalan pembuka pintu rezeki adalah dengan merutinkan shalat dhuha. Shalat dhuha adalah shalat rezeki.


Sudah Rajin Shalat Dhuha, Tapi Kok Rezeki Seret Terus? Mungkin Ini Alasannya
Sumber : google.co.id
Bagi anda yang belum mempraktekkannya barangkali masih belum yakin kekuatan energi dari shalat dhuha. Namun bagi mereka yang sudah rutin mengamalkannya bisa berkata bahwa shalat dhuha memang memperlancar rezeki, menolak kemiskinan dan memudahkan urusan.

Bukan bermaksud riya atau ujub diri tapi saya berani menuliskannya di sini karena saya pun mengamalkannya sebagai salah satu ibadah rutin setiap hari kecuali jika saya dapat dispensasi karena kedatangan "tamu bulanan" atau sakit. Sebagai manusia biasa yang imannya naik turun kadang saya juga lupa melaksanakannya karena kesibukan dunia melenakan saya, tapi sedapat mungkin saya berusaha untuk mengerjakannya.

Meskipun tidak kaya, dalam artian harta berlimpah tapi alhmadulillah kami selalu cukup dan tak pernah merasa kekurangan. Urusan pun senantiasa dimudahkan dan rezeki datang dari mana saja bahkan dari arah yang tak disangka-sangka. Rahasia di balik shalat dhuha memang luar biasa.
Tapi banyak juga orang yang merutinkan dhuha tapi rezekinya tetap saja macet, apa ada yang salah?

Menarik rezeki tak cukup hanya dengan sekedar dhuha.


# 1. MULAI DENGAN NIAT YANG BENAR.
Rezeki adalah sebuah misteri besar yang siapapun tak dapat mengetahuinya. Yang patut digaris bawahi bahwa rezeki adalah hak prerogatif Allah, diberikan pada siapapun yang dikehendakiNya. Banyak amalan untuk memperlancar rezeki (baca : 55 cara membuka pintu rezeki). Tapi amalan itu harus dimulai dengan niat yang benar. Jangan melakukan amalan karena niatnya ingin rezeki. Berniatlah melakukannya karena Allah, rezeki yang datang selanjutnya adalah bonus. (baca : bolehkah niat beramal karena ingin dapat rezeki?)
Kesalahan pertama adalah niat yang sudah melenceng. Berniatlah selalu karena Allah dan untuk mendapatkan keridhaanNya.

# 2. LANJUT DENGAN PRASANGKA BAIK.
Setelah meluruskan niat, lanjutkan dengan berprasangka baik padaNya. Dengan berprasangka baik maka kita memiliki harapan bahwa Allah akan mempermudah urusan dan memperlancar rezeki kita hari ini. Bukankah Allah sesuai persangkaan hambaNya?
Setelah shalat subuh jangan tidur lagi / bermalas-malasan. Namun dengan semangat tinggi dan harapan baik untuk mengupayakan ikhtiar. Manakala matahari bergerak naik sepenggalan, segera ambil air wudhu dan sempatkan untuk shalat dhuha.
Mulailah ikhtiar / pekerjaan hari itu dengan prasangka (harapan) baik pada Allah bahwa rezeki akan dibukakanNya. Langkah menuju kesuksesan diawali dengan keadaan lahiriah dan batiniah yang bersih. Dengan demikian pikiran menjadi jernih dan dibukakan jalan / solusi memperoleh rezeki hari itu.

#3. SERTAI DENGAN TAUBAT
Terkait dengan dhuha Rasulullah SAW mengingatkan,
Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali hanya orang-orang yang bertaubat. (H.R. Tirmidzi)

Jadi shalat dhuha harus dilaksanakan secara istiqamah dan digandengkan dengan taubat. Mengapa taubat? Ibarat seseorang yang ingin melihat bayangan yang jelas pada cermin, maka dia harus membersihkan cermin itu dari segala macam kotoran dan debu. Begitu pula jika ingin merasakan pencerahan hati dan ide-ide cemerlang dalam meraih rezeki, perlulah membersihkan debu yang menempel pada hati. Caranya dengan bertaubat.

Karena itu untuk menjemput rezeki Allah lakukan taubat dan beristighfar (baca : keutamaan istighfar kaitannya dengan rezeki). Jika kita merasa melakukan banyak kesalahan (yang sudah pasti, karena kita manusia yang bisa khilaf) segeralah mohon ampun pada Allah. Kemudian kembali pada Allah, lakukan perintahNya dan jauhi yang dilarangNya. Lakukan dengan ikhlas hati tanpa merasa terpaksa. Istighfar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, menghadirkan kesadaran yang tinggi dari lubuk hati yang terdalam. Merasa menyesali semua sikap buruk kepada Sang Pemilik Rezeki.

Karena itu istighfar belum dianggap memenuhi syarat jika hanya dilakukan secara lisan saja. Meskipun kita membaca istighfar sampai ribuan kali setiap harinya tidak ada artinya bagi Allah jika tidak disertai sikap dan tindakan.

Mula-mula taubat harus (1) dimulai dengan niat di dalam hati. Untuk menetapkan kesungguhan dan kemantapan hati, (2) perlu dilahirkan secara lisan. Kemudian (3) berjanji tidak mengulangi perbuatan buruk itu, menyesal sepenuhnya kemudian (4) memperbaiki perilaku. Lakukan setiap selesai shalat dhuha.

Orang yang enggan bersitighar (bertaubat) akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidup termasuk menjemput rezeki Allah SWT. Walau pada kenyataannya kita melihat banyak pendosa yang rezekinya justru makin lancar, itu hanya cara memandang kita yang keliru (baca : ahli maksiat tapi kok rezekinya makin lancar?). Sesungguhnya rezeki yang tampaknya melimpah itu menyimpan kemudharatan-kemudharatan. Masuklah dalam kehidupan mereka tentu kita akan tahu meskipun kelihatan hartanya melimpah tapi jiwanya menderita. Tak sedikit orang kaya tapi terkena penyakit yang mematikan (tak kunjung sembuh), atau memiliki banyak masalah yang membuatnya tak nyenyak tidur.
Mereka inilah yang sejatinya menjauh dari Allah. Taubatlah obatnya, peluang untuk merebut rahmat Allah.

Jika Allah menerima taubat kita tentu Dia akan memberi rahmatNya (kasih sayangNya). Jika Allah mengasihi maka bukan hal yang sulit bagiNya mengabulkan keinginan kita.
Maka aku katakan kepada mereka, "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (Q.S.Nuh : 10-12).


KESIMPULAN 
Apakah anda sudah memahami mengapa rezeki anda masih macet padahal merasa sudah mengamalkan amalan pembuka rezeki termasuk diantaranya shalat dhuha?
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Mulailah hari ini dengan meluruskan niat saat melakukan ibadah, murni karena Allah taala, kemudian jangan lupa berprasangka baik padaNya dan beristighfar atau bertaubatlah setiap hari.
Mudah-mudahan upaya kita diperhitungkan Allah, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti. Amin..
Wallahu alam.

Sumber : lancarrezeki.blogspot.co.id

Selasa, 01 Maret 2016

Ketahui! Inilah 7 Waktu yang Disunnahkan untuk Berdoa Agar di Terima

asalbagikan - Berdoa merupakan aktivitas spiritual seorang
hamba untuk meminta sesuatu kepada pencipta. Dalam Islam, doa menjadi bentuk ikhtiar yang sangat dianjurkan. Namun manusia tidak pernah tahu doa yang munajatkan akan dikabulkan Allah atau tidak.

Ada yang langsung dihijabah, namun ada pula doa yang  ditangguhkan hingga waktu yang tidak ditentukan. Ternyata kita perlu mengetahui cara berdoa agar mustajab dan dikabulkan dengan cepat oleh Allah.


 Ketahui! Inilah 7 Waktu yang Disunnahkan untuk Berdoa Agar di Terima
Sumber: Infoyunik.com
Waktu-waktu berikut, sering digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berdoa. Sehingga menjadi waktu yang disunnahkan oleh Rasul agar diikuti oleh umatnya. Kapan saja? Berikut ulasannya.

1. Sepertiga Malam
Sepertiga malam menjadi salah satu waktu yang baik untuk berdoa. Rasulullah SAW mengatakan, pada waktu tersebut, Allah SWT turun ke bumi untuk mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang sengaja bangun malam ketika orang lain tertidur lelap.

“Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku kabulkan untuknya, dan barangsiapa yang memohon kepada-Ku maka Aku memberinya, dan barangsiapa yang meminta ampunan-Ku maka Aku mengampuninya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Setelah Tasyahud, Sebelum Salam
Selama ini, kita selalu berdoa disaat sesudah salam. Ternyata banyak hadist yang memerintahkan bahwa doa yang baik dilakukan adalah sebelum salam. Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah, do’a setelah salam tidak termasuk petunjuk (ajaran) Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:

“Aku wasiatkan padamu wahai Mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan untuk berdo’a setiap dubur shalat (akhir shalat) (HR. Abu Daud no. 1522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Mayoritas ulama sepakat bahwa dubur salat adalah akhir salat sebelum salam.  Syaikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah mengatakan ini sesuai dengan petunjuk Nabi. Karena sejatinya saat kita salat, itu sama dengan kita sedang bermunjat kepada Allah. Ketika berdoa setelah mengucapkan salat, artinya kita sudah selesai bermunajat kepada Allah. Sehingga akan lebih afdol berdoa sebelum mengakhiri salat.  

3. Rentang Waktu antara Adzan dan Iqamat
Waktu selanjutnya yang disunnahkan Rasulullah SAW untuk berdoa adalah saat rentang antara adzan dan iqamat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad, shahih)

Dalam hadist lain yakni dari Anas bin Malik pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Doa yang tidak mungkin tertolak adalah ketika antara adzan dan iqamah” (H.R. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih).

Jadi alangkah baiknya jika pada waktu tersebut kita gunakan untuk berdoa kepada Allah.

4. Hari Jumat
Waktu yang disunnahkan Rasul untuk berdoa adalah pada hari Jumat. Namun tidak sepanjang jumat tersebut, melainkan ada waktu singkat yang diisyaratkan Rasulullah menjadi waktu yang mustajab.

“Sesungguhnya pada hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia akan mengabulkannya." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya, yang kami pahami, untuk menunjukkan masanya yang tidak lama (sangat singkat).” (Muttafaq 'Alaih).

Ulama berbeda pendapat tentang waktu tersebut. Ada dua pendapat yang dikemukakan terkait kapan waktu pada hari Jumat yang mustajab untuk memanjatkan doa. Waktu pertama adalah saat Imam berada di atas mimbar hingga berakhirnya salat Jumat.

Sedangkan pendapat kedua, waktu mustajab tersebut terjadi pada akhir waktu Jumat, yakni setelah shalat Ahsar hingga masuk waktu Magrib. Pendapat ini diungkapkan oleh Abdullah bin Salam, Abu Hurairah, Imam Ahmad, dan beberapa ulama selain mereka.

"Hari Jum'at terdiri dari 12 waktu, di dalamnya terdapat satu waktu yang tidaklah seorang muslim pada saat itu memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah saat tersebut pada akhir waktu setelah 'Ashar." (HR. an Nasai dan Abu Dawud. Disahihkan oleh Ibnul Hajar dalam al Fath dan dishahihkan juga oleh al Albani dalam Shahih an Nasai dan Shahih Abu Dawud)

5. Saat Sujud
Sujud merupakan waktu yang disunnahkan untuk memperbanyak doa. Pasalnya posisi ini merupakan saat terdekat antara makhluk dengan Tuhannya.

“Posisi paling dekat antara hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah kalian berdoa.” (HR. Muslim No. 482)

6. Ketika Minum Air Zam-zam
Waktu yang disunnahkan untuk bedoa lainnya adalah saat meminum air zam-zam. Umat Islam percaya bahawa air zam-zam adalah kurniaan dan rahmat dari Allah. Sehingga berdoa setelah meminumnya sangat baik.

7. Doa Ketika Berbuka Puasa
Rasulullah juga selalu berdoa ketika berbuka puasa baik puasa wajib di bulan Ramadhan, maupun saat puasa sunnah. Dengan demikian, hendaknya kita manfaatkan waktu berbuka untuk memperbanyak doa.

“Dahulu apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berbuka puasa, beliau biasa berdoa,” (HR. Abu Daud)


Sumber: Infoyunik.com

Jumat, 26 Februari 2016

Kenapa Harus Diam Saat Mendengar Kumandang Adzan? Ternyata Ini 4 Alasan Luar Biasanya

asalbagikan - Bagaimana sebenarnya etika kita saat
mendengar adzan? Apa hanya diam mendengarkan, disambi ngobrol atau menjawab kalimat-kalimat adzan tersebut. Berikut adalah manfaat mendengarkan adzan:

Kenapa Harus Diam Saat Mendengar Kumandang Adzan? Ternyata Ini Alasannya
Sumber: Rumahzakat.org
 1. Menenangkan pikiran
Saat sedang hectic dengan pekerjaan di siang hari dan repot mengejarnya supaya beres di sore hari, mendengar adzan dhuhur dan ashar jadi oase tersendiri. Bener nggak? Berasa ada yang adem dan ada jeda waktu buat menenangkan hati serta pikiran saat adzan dikumandangkan, lalu kita diam dan mendengarkan.

2. Pengingat diri
Apapun aktivitas yang sedang kita lakukan atau apapun yang sedang kita geluti, saat diam mendengarkan adzan menjadi momen spesial. Kita jadi memiliki waktu untuk mengingat lagi bahwa kita cuma hamba Allah yang hidup karena Allah dan akan kembali pada-Nya suatu saat nanti. 

3. Membuka peluang terkabulnya doa
Daripada ngobrol, mendingan diam mendengarkan adzan dan memanjatkan doa. Saat adzan berkumandang adalah salah satu waktu doa jarang tertolak. Dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua yang tidak tertolak dan jarang tertolak; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.” (HR. Abu Dawud, Baihaqi, dan Hakim).
4. Balasannya surga!

Orang yang mendengarkan adzan dan meyakini apa yang diucapkannya, maka dia mendapat janji surga dari Rasulullah. Hadits dari Abu Hurairah, ia berkata, “Pernah ketika kami sedang bersama Rasulullah, Bilal bangkit untuk menyerukan adzan. Tatkala Bilal diam, Rasulullah bersabda, “Siapa yang mengucapkan seperti ucapannya muadzin disertai dengan keyakinan, maka ia pasti masuk surga.” (HR. An Nasa’i no. 674, dihasankan Al Imam Al Albani dalah shahih sunan An Nasa’i).
Allahu a’lam.

Sumber: Annida-online.com

Kamis, 25 Februari 2016

5 Langkah Untuk Bertaubat Dari Dosa Agar Taubat Anda Benar-benar di Terima

asalbagikan - Apakah anda pernah melakukan dosa dan
tidak tahu apa yang harus dilakukan setelahnya? Atau bagaimana caranya agar anda tidak kembali melakukan dosa yang sama? Dalam artikel ini saya akan menunjukkan 5 langkah untuk keluar dari dosa itu.
5 Langkah Untuk Bertaubat Dari Dosa Agar Taubat Anda Benar-benar di Terima
Sumber: Google.com
 Langkah #1, jangan pernah meremehkan dosa. Jangan pernah menganggap dosa anda sebagai dosa kecil dan berkata “Ini cuma dosa kecil, tak terlalu banyak berpengaruh terhadap catatan amalku kalau terus dilakukan.”

Langkah #2, jangan biarkan dosa tersebut berlanjut. Langsung hentikan dosa yang sedang anda lakukan SAAT ITU JUGA. Hal ini karena sebuah dosa bisa menuntun anda menuju dosa-dosa berikutnya yang lebih buruk. Misalnya, seseorang yang tadinya tidak pernah mabuk-mabukan, karena ajakan temannya, dia ikut-ikutan mabuk. Apabila dia tidak segera menghentikan dosa itu, bisa saja di kemudian hari dia akan terkena bujuk rayu temannya menuju dosa yang lebih parah, misalnya berzina.  Jadi jangan sampai ada celah dan membuat sebuah dosa menuntun anda kepada dosa selanjutnya.

Langkah #3, penyesalan positif. Ya, adalah hal bagus untuk menyesal, tapi haruslah penyesalan positif yang menuntun anda menuju pertaubatan. Jika anda menyesal, maka anda mencari ampunan Allah s.w.t. Salah satu cara anda bertaubat adalah dengan shalat sunnah taubat sebanyak 2 raka’at, dan berdo’alah kepada Allah untuk mengampuni anda atas dosa itu.

Langkah #4, bersyukur. Saya tahu mungkin anda berpikir “Kenapa harus bersyukur pada saat melakukan dosa?” Bersyukurlah karena Allah s.w.t memberikan anda kesempatan untuk memohon ampun atas dosa itu. Allah s.w.t bisa saja mengambil nyawa anda sebelum anda bahkan punya kesempatan untuk bertaubat. Inilah yang harus disyukuri, bahwa anda bisa memohon ampunan atas dosa itu.

Langkah #5, jangan pernah kehilangan harapan terhadap kasih sayang dan ampunan Allah. Tidak peduli berapa kali anda melakukan dosa, jangan pernah berpikir bahwa Allah tidak akan mengampuni anda. Jangan pernah berpikir “Apa gunanya? Paling-paling nanti aku akan melakukan dosa lagi.” Jangan pernah kehilangan harapan terhadap kasih sayang dan ampunan Allah. Semoga artikel ini bermanfaat, insya Allah.
 
Sumber: Lampuislam.org

Minggu, 21 Februari 2016

Amalkan Ayat Sederhana Ini Setiap Malam, Niscaya Rezekimu Akan di Lancarkan

asalbagikan - Ada dua ayat di dalam Al Qur’an yang
jika dibaca setiap malam maka orang yang membacanya akan diberikan kecukupan. Dua ayat saja? Iya, hanya dua ayat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscaya ia tercukupi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Amalkan Ayat Sederhana Ini Setiap Malam, Niscaya Rezekimu Akan di Lancarkan
Sumber: Google.com
Dalam Nuzhatul Muttaqin syarh Riyadhush Shalihin, Syaikh DR Mustofa SaidAl Khin, Syaikh DR Mustofa Al Bugho, Syaikh Muhyidin Mistu, Syaikh AliAsy Syirbaji dan Syaikh Muhammad Amin Luthfi menerangkan bahwa salah satu makna tercukupi dalam hadits ini adalah tercukupi keperluan dunia dan akhiratnya serta terhindarkan dari semua keburukan.Hadits ini pula yang dicantumkan oleh Ibnu Katsir saat menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini dalam tafsirnya.Dua ayat terakhir dalam surat Al Baqarah tersebut tidak lain adalah

firman-Nya:

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِا للَّهِ

وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

(QS. Al Baqarah: 285-286)

Wallahu a’lam

sumber: Pelangimuslim.com

Inilah Waktu Utama Untuk Berdoa Yang Justru Selalu Terkewatkan Umat Muslim

asalbagikan - Kita sebagai makhluk yang berTuhan adalah
makhluk yang tak bisa hidup tanpa berkomunikasi dengan Tuhan. Tak ada satu tempatpun yang dapat kita minta selain meminta kepada-Nya. Bagaimana cara kita meminta? Caranya ialah dengan berdoa. Kita berdoa kepada Tuhan dengan maksud memohon sesuatu yang belum kita miliki dan berharap Tuhan mengabulkanya entah dalam waktu cepat atau lambat.

Inilah Waktu Utama Untuk Berdoa Yang Justru Selalu Terkewatkan Umat Muslim
Sumber: Infoyunik.com
Sebagian sumber memang ada yang mengatakan bahwa Tuhan tak pernah menyia-nyiakan doa kita. Tuhan hanya akan mengabulkan doa kita di saat yang tepat. Di saat dimana kita benar-benar membutuhkan realisasi doa tersebut. Tetapi, semakin berkembanganya jaman semakin dangkal pula lah pemikiran manusia yang kebanyakan hanya mau meminta tanpa memperhatikan apakah dia sudah pantas dan sudah benar meminta. Bahwasanya ternyata ada beberapa faktor yang membuat doa kita tidak terkabul, hal itu justru adalah hal sepeleh yang sama sekali tidak kita ingat. Berikut beberapa rahasia mujarab terkabulnya doa yang justru kita lewatkan para pecinta kumpulan misteri semuanya.

Makanan

Makanan adalah sesuatu yang kita cari dan kita masukan kedalam tubuh kita, diproses menjadi darah dan daging. Maka dari itu apa yang kita makan akan mendarah daging didalam tubuh kita. Begitu juga dengan baik buruknya makanan tersebut. Jika makanan tersebut baik maka akan mendarah daging menjadi hal yang baik pula. Tetapi jika makanan itu buruk maka akan mendarah daging menjadi yang buruk pula di dalam tubuh kita. Kebaikan dan keburukan makanan tak dinilai dari rasa dan penampilannya, tetapi dari bagaimana makanan itu berasal, bagaimana kita mendapatkan makanan tersebut. dengan cara halal kah atau dengan cara haram kah?

Sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh HR. Tabrani mengatakan bahawa dahulu Sa’ad Bin Ai Waqash pernah meminta baginda rosullullah untuk mendoakannya agar segera di kabulkan. Maka serta merta baginda menjawab, “hai Sa’ad perbaikilah makanan mu maka niscaya doamu akan di kabulkan. Sesungguhnya orang yang telah memasukan makanan haram kepada tubuhnya maka doanya tidak akan diterima selama 40 hari”. Tak hanya itu saja sebuah riwayat dan sumber yang menjelaskan dan menunjukan bukti bahwa makanan sering kali kita lupakan sebelum kita berdoa.

Suatu kisah ada seorang ulama di arab yang setiap doanya selalu dikabulkan oleh Allah. Suatu hari ulama itu pergi ke kota untuk membeli kurma, ketika penjual kurma sedang melayaninya dan menimbang kurmanya, dia melihat ada satu kurma tergeletak di dekat timbangan. Dia pun mengambil dan memakan kurma itu karena mengira bahwa kurma itu adalah kurma miliknya yang jatuh saat proses penimbangan. Menjelang beberapa hari setelah kejadian itu, dia tak merasakan adanya perubahan hanya suatu ketika ketika dia sedang berzikir ada dibelakangnya suara-suara ghaib yang sedang bercakap-cakap membicarakan dia. “ kau lihat, lelaki tua itu? Dia adalah lelaki yang dulunya selalu dikabulkan doa-doanya oleh Allah, tetapi sekarang doa-doanya tidak akan dikabulkan selama 40 hari karena dia telah memakan sesutu yang bukan haknya”. Mendengar percakapan itu, lelaki alim itu langsung bingung dan mengingat-ingat makanan apakah yang sekiranya telah masuk kedalam kerongkongannya yang bukan haknya. Maka dia ingat akan kejadian buah kurma itu. Hingga setelah itu lelaki ini langsung kembali ke kota dan mencari pedagang kurma yang dulu. Sayangnya sesampai disana pedagang korma telah berganti, bukan lagi orang yang dulu melayaninya. Begitu dia meminta penjelasan baru tahulah dia jika pedagang kurma yang dulu telah meninggal dan kini anaknya yang meneruskan. Maka diapun segera menceritakan perihal yang menimpa dirinya, sang anak memaafkan dan mengikhlaskan kurma itu. Tetapi ternyata ahli waris dari pedagang kurma itu bukan hanya satu orang melainkan 7 orang, maka pergilah lelaki alim itu menemui satu persatu ahli waris sang pedagang kurma. Setelah lengkap semua ahli waris memaafkan dan mengikhlaskan beliau tampak lega. Sambil menuju perjalanan pulang terdengarlah kembali percakapan ghaib dibelakangnya “lihatlah..dialah lelaki alim yang kemarin doa-doanya tak dikabulkan oleh Allah, tetapi sekarang Allah sudah mengabulkan doanya”.

Pelajaran Dari Pentingnya Makanan Halal Terhadap Doa Kita
Melihat kisah yang tidak main-main diatas tentunya kita harus sadar. Bahwa benar adanya bahwa makanan adalah faktor penyebab tidak terkabulnya doa yang sering kita remehkan. Apalagi manusia sekarang banyak yang menganggap semuanya remeh. Apa yang ada di meja makan langsung dimakan karena menganggap siapapun yang memiliki pasti akan mengikhlaskannya. Padahal tak seharusnya kita menarik kesimpulan seperti itu. Pada kenyataanya ihklas adalah hal yang tidak mudah. Dan jika seseorang tidak mengikhlaskan akan apa yang sudah masuk kedalam tubuh kita maka sudah masuk dalam hitungan makanan haram. Maka dari itu sebaiknya kita berhati-hati dalam memperhatikan makanan yang masuk karena bisa menjadi rahasia mujarab terkabulnya doa yang justru kita lewatkan.

Sumber: kumpulanmisteri.com

Inilah Golongan Orang Yang Mendapatkan Doa Khusus Dari Malaikat, Apakah Kamu Salah Satunya?

asalbagikan - Termasuk ke dalam Rukun Iman adalah mengimani malaikat. Di antara berbagai peran malaikat yang istimewa adalah memberikan syafa’at kepada orang-orang yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memohonkan ampun bagi orang-orang mu’min.

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiyaa’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Inilah Golongan Orang Yang Mendapatkan Doa Khusus Dari Malaikat, Apakah Kamu Salah Satunya?
Sumber: Dakwahyu.com
“Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (Q.S. Al-Anbiyaa’: 26-28)

Kemudian, dalam surah Al-Ahzâb Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzâb: 43)

Maasyaa Allah, alangkah bahagianya menjadi orang-orang yang dicintai para malaikat, mendapatkan syafa’at, pertolongan, dan doannya. Tentu hal tersebut sangat kita dambakan, bukan?

Oleh karena itu Ikhwati fiiddiin, mari kita resapi sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berikut ini mengenai 12 golongan yang didoakan oleh malaikat. Semoga kita termasuk di dalamnya. Allahumma aamiin.

Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Imam Ibnu Hibban meriwayatkan, dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.

Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

Orang yang duduk menunggu shalat.


Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,

bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.

Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf).

Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat


Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit). Sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8.Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

Orang-orang yang berinfak.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

Orang yang makan sahur.

Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

Orang yang menjenguk orang sakit.

Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"

(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)


Sumber: dakwahyu.com
Alat Mesin,Blok Mesin,Danareksa Online Trading,Daun Angsana,Daun Sirsak Diabetes,Desain Mesin,Ekonomi Bisnis Indonesia,Ekonomi Indonesia,Ekonomi Pemerintahan,Gambar Mesin,Gambar Mesin Bubut,Info Mesin,Keamanan Sistem Informasi,Manu Life,Mesin 4 Tak,Mesin Ayakan Pasir,Mesin Ball Mill,Mesin Blow Moulding,Mesin Briket,Mesin Bubut Universal,Mesin Crusher Batu,Mesin Crusher Plastik,Mesin Genteng,Mesin Giling Cabe,Mesin Giling Ikan,Mesin Giling Kedelai,Mesin Grinder,Mesin Hammer Mill,Mesin Kompos,Mesin Korter,Mesin Mie,Mesin Miling,Mesin Milling Vertikal,Mesin Obras,Mesin Offset Printing,Mesin Pembuat Bakso Ikan,Mesin Pencacah Rumput,Mesin Pendulang Emas,Mesin Penepung,Mesin Pengayak Pasir,Mesin Penggiling Mie,Mesin Penghancur Kayu,Mesin Pengolahan Karet,Mesin Penyedot Pasir,Mesin Perontok Padi,Mesin Pertambangan Emas,Mesin Pertukangan,Mesin Press Hose,Mesin Roll Forming,Mesin Rotary Dryer,Mesin Sedot Pasir,Mesin Serut,Mesin Spray Dryer,Mesin Stone Crusher,Mesin Tahu,Mesin Tepung,Mesin Tusuk Gigi,Mesin Tusuk Sate,Pt Danareksa Investment Management,Reksa Dana Pasar Uang,Sistem Basis Data,Sistem Ekonomi Alibaba,Sistem Ekonomi Indonesia,Sistem Multimedia,Sistem Pemerintahan Indonesia,Apparel,Baju Atasan Motif Bunga,Baju Cleanroom,Bridal In Bali,Emba Jeans,Harga Jam Tangan Ice,Harga Sepatu Krusher,Harga Sepatu Safety Krusher,Jam Tangan Chronomaster,Model Baju Bunga,Sepatu Crusher,software untuk mengakses internet,plasa hosting,jasa pembuatan website iklan baris,spesifikasi komputer server,kumpulan software komputer,hosting and domain,pengertian klaim asuransi,webhost indonesia,asuransi islam,dedicated server indonesia,pengertian premi asuransi,atlas indonesia,pengertian asuransi syariah,web hosting terbaik di indonesia,perusahaan keuangan di indonesia,hosting web,daftar asuransi terbaik di indonesia,download software pc terbaru,web hosting terbaik indonesia,web hosting terbaik indonesia,makalah tentang asuransi kesehatan,makalah asuransi,cloud hosting indonesia,usaha kesehatan sekolah,universitas islam attahiriyah,travelling in indonesia,contoh bisnis plan sederhana,daftar perusahaan asuransi di indonesia,universitas internasional batam,webhosting terbaik,cloud server indonesia,file hosting indonesia,hosting domain murah,asuransi menurut islam,jumlah penduduk indonesia,biaya kuliah universitas pancasila,web hosting termurah,web hosting gratisan,manulife indonesia,pt asuransi adira dinamika,indonesian travel,domain murah,allianz indonesia,harga web hosting,universitas pendidikan indonesia,cara membuat server vpn,peringkat universitas di indonesia,web hosting support php,host indonesia,domain paling murah,biaya kuliah universitas trisakti,harga hosting website,indonesia travel guide,hosting domain,website builder indonesia,jurusan universitas indonesia,domain dan hosting,web hosting indonesia,indonesia travel,laporan keuangan perusahaan go publik,daftar universitas di indonesia,domain dan hosting adalah,daftar asuransi terbaik,kode negara indonesia,pengertian hukum asuransi,universitas multimedia nusantara,beli domain indonesia,vps indonesia,asuransi perjalanan ke eropa,peta indonesia lengkap,webhosting indonesia,makalah asuransi syariah,asuransi perusahaan,adira asuransi,promo domain murah,bus indonesia,domain hosting murah,daftar asuransi,pengertian asuransi pendidikan,